September 2020……

Reality is often dissapointing” sebuah quote dari meme yang beredar cukup membuat tertegun. Seperti yang kita lihat, tahun 2020 ini banyak sekali hal yang terjadi, mulai dari banjir di awal tahun, sampai dengan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai awal bulan September ini.

September 2020 ini, kami belum rekam dan unggah satu buah video-pun ke Youtube. Yah, banyak alasan dibalik kekosongan itu. Mungkin alasan yang paling jelas adalah pandemi ini masih berlangsung, dan masih banyak tempat wisata yang tutup atau buka terbatas. Juga kondisi keuangan kami yang belum juga membaik. Saya masih dirumahkan sejak awal April dan belum terima apa yang menjadi hak saya (gaji) sampai sekarang.

Yah, Reality is often dissapointing, mungkin begitu kata-kata yang cocok. Awalnya kami membuat channel vlog ini hanya untuk dokumentasi dari jalan-jalan kami saja. Tapi pada perkembangannya, kami belajar bahwa presentasi video harus punya kemasan dan sebuah daya tarik tersendiri, jadi kami mulai selektif dalam mencari tempat untuk konten. Kami tidak bisa merekam dan upload tempat yang sama berulang kali.

Jadi, pada prosesnya, kami harus mencari tempat yang akan kami buatkan konten setiap minggunya. Dan kami akui, itu tidak mudah. Gabungkan faktor tempat diatas dengan kondisi ekonomi yang buruk, ditambah dengan pandemi yang terus berlangsung, jadilah kami “dirumah” selama 3 minggu terakhir sampai awal bulan September ini.

“Jalan-jalan kami tidak selalu mengeluarkan banyak biaya”, begitu bunyi kalimat dalam halaman Tentang Kami di website ini. Pernyataan itu benar adanya, tapi dibalik pernyataan itu juga tersembunyi fakta bahwa apapun dan kemanapun perginya, selalu ada biaya yang dilibatkan, soal banyak atau sedikit-nya itu tergantung. Kami pun sadar akan hal ini. Dan kami akhirnya sampai pada titik dimana faktor biaya itu menjadi tantangan dan rintangan bagi kami. Kalau diibaratkan dalam dunia usaha, kami sedang habis modal, jadi tidak belum bisa menjalankan roda usaha kami.

Mungkin kalian berpikir, masih banyak hal yang bisa dijadikan konten di rumah. Bisa kok rekam kegiatan ini-itu, atau apalah yang kami buat di rumah. Ya, itu betul. Tapi dalam kasus tertentu. Membuat dan memproduksi konten selalu terlihat mudah pada awalnya, dan mulai menjadi tantangan jika sudah dilakukan. Silahkan saja konfirmasi hal ini pada pembuat konten yang sudah sukses, pasti mereka juga bilang demikian.

Kami bisa saja rekam apapun kegiatan kami di rumah, tapi nanti channel ini akan kehilangan esensinya. Kami tidak mau itu terjadi. Sesekali konten “rumahan” mungkin bisa, tapi terlalu banyak? kami rasa tidak… atau belum. Atau iya?

Update 10 September 2020

Kami membaca berita bahwa angka positivity rate COVID-19 di DKI sudah mengkhawatirkan, jadi Pemerintah Provinsi DKI memutuskan untuk memberlakukan PSBB lagi seperti di awal pandemi ini . Berarti semua pembatasan akan kembali berlaku di DKI Jakarta, termasuk pembatasan tempat-tempat hiburan.

Well.. itu akan membuat kami kesulitan untuk membuat konten. Jadi, mungkin solusinya kami akan pivot sebentar dari membuat video jalan-jalan, dan mulai membuat video kegiatan kami dirumah saja. Ya, entah itu “menarik” atau tidak, nanti kami akan pikirkan kemasan kontennya.

Apapun itu, kondisi kami memang secara ekonomi memang belum mendukung untuk membuat konten jalan-jalan. Juga ditambah dengan kondisi pandemi ini yang membuat pembatasan-pembatasan kembali berlaku. Jadi kami harus putar otak untuk tetap kreatif dan membuat konten.

Kami sebenarnya tidak mau mengeluh, tapi seperti halnya kata “log” dalam “blog” atau “vlog“, log berarti catatan. Dan tulisan ini menjadi catatan perjalanan hidup kami di bulan September 2020 ini, yang mungkin suatu saat akan dibaca oleh anak cucu kami.

Sekian dulu

Zal