Freya Anak Botol

Masih dalam rangka stay at home, supaya tetap produktif Saya mau bercerita sedikit tentang Freya saat bayi. Saat Freya lahir disalah satu rumah sakit di Jakarta Timur, ASI Saya tidak langsung keluar. Jadi pihak RS dengan cerdasnya berinisiatif memberikan Freya SuFor (Susu Formula) dari botol susu. Jadi saat pulang ke rumah dan ASI Saya sudah keluar, dia tidak mau minum ASI langsung dari Saya (atau istilahnya bingung puting dan mungkin karna Freya sudah merasakan SuFor yang lebih manis dibandingkan ASI).


Awalnya saya tetap bertekad memberikan ASI Eksklusif untuk Freya, mengingat ASI bagus untuk perkembangan otak bayi & dapat terjalinnya hubungan Ibu dan Anak (bonding) yang baik. Jadi segala cara sudah Saya lakukan, mulai dari berusaha mengajari Freya menyusui langsung, pumping (pompa) dan ASI dimasukan ke dalam botol, sampe menyuapi ASI sedikit demi sedikit dengan sendok. Tapi semuanya GATOT – Gagal Total! Freya menolak dan nangis kejer (walaupun ada beberapa kali ASI berhasil masuk ke dalam perut Freya).

Saya dilema, antara galau (desakan sana sini untuk memberikan ASI Eksklusif), sakit (perih karna pumping) tetapi juga sedih melihat Freya seperti tersiksa setiap dikasih ASI (baik metode menyusui langsung maupun dari botol). Sampai akhirnya Saya stres, setiap malam tidak bisa tidur karna sakit kepala yang hebat sampai pagi. Saat matahari datang, sakit kepala mereda dan mulai bisa tidur tetapi Ibu Saya (yang masih berpikiran jaman dulu bahwa Perempuan yang habis melahirkan tidak boleh tidur di Pagi hari – karna kemungkinan darah putih akan naik ke kepala dan menyebabkan kebutaan, kecuali tidur dengan kepala yang lebih tinggi dibandingkan kaki) jadi saat itu mengoceh panjang lebar. Hingga akhirnya suami saya yang tau bahwa malam itu saya tidak bisa tidur, menjelaskan dengan baik-baik.


Jujur pada saat itu saya merasa tertekan, merasa tidak bisa melakukan apa yang harusnya dilakukan seorang ibu baru, menurut pandangan orang lain. Demi anak, Saya berusaha keras untuk mendengar pendapat semua orang sampai akhirnya tanpa sadar saya merasa stres. Memaksakan kehendak saya kepada anak demi kepuasan semua orang yang melihatnya. Hingga pada akhirnya saya menyerah. Menyerah mendengarkan pendapat semua orang. Saya lelah memuaskan semua orang. Sekarang saya hanya akan menjalankan apa yang menurut Saya dan Freya nyaman.

Jadi Saya memutuskan untuk membiarkan Freya minum SuFor. Freya tidak perlu lagi merasa dipaksa untuk minum ASI dan Saya merasa lebih nyaman melihat anak happy. Toh Suami saya mendukung keputusan saya demi kenyamanan bersama & kami pun masih sanggup membelikan Freya SuFor (Win Win Solution kan jadinya?).


Karena Freya dari bayi sudah terbiasa dengan botol, jadi ketika dia sudah bisa menggenggam dia sangat terobsesi dengan botol (botol apapun itu). Sampai suatu saat, Saya membawa botol teh ketika dalam perjalanan di motor, karena Freya terobsesi dengan botol jadi selama perjalanan itu dia pegang botol teh sampai dia tertidur dengan memeluk botol dalam gendongan Saya. Dan moment itu sempat saya abadikan dalam Instagram pribadi saya (foto bisa dicek di IG : tika_dhani).

So kesimpulan cerita kali ini adalah untuk semua Ibu yang baru mempunyai anak, plis jangan terlalu mendengarkan/menjalankan semua pendapat dari orang lain jika kalian tidak merasa nyaman menjalankannya (walaupun itu dari orang tua kalian sendiri). Jika itu yang kalian lakukan, percayalah kalian akan merasa tertekan & stres. Cukup dengarkan dan jalankan apa yang menurut kalian nyaman untuk Ibu dan anak. Karena jika Ibu merasa nyaman, anak & sekitarnya akan merasa nyaman juga. Orang lain tidak akan memaksakan kehendak mereka lagi bila melihat kita yang menjalankannya nyaman. Belajarlah bersikap bijak untuk diri sendiri dengan cara menyaring apa yang harus didengarkan dan apa yang hanya dianggap angin lalu saja. Be smart & keep strong for your family, moms.

_Tika_